SOSIOPEDIA (Materi Sosiologi SMA)


Video Pembelajaran-Wewen Darmawan: Integrasi & Reintegrasi Sosial

Video Pembelajaran-Yani: Konfik dan Kekerasan

Video Pembelajaran-Siti Chintya Wulan Rajab: Pengertian dan Proses Pembentukan Identitas





Pengertian Interaksi

Pernahkah kamu sakit ? apa yang akan kamu lakukan jika kamu sakit ? hal pertama yang akan kamu lakukan tentunya pergi berobat ke dokter. Ini menunjukan bahwa ketika kamu sakit kamu membutuhkan orang lain. Begitu juga hakikat manusia yang sebenarnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri sendiri, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Ada hubungan timbal balik antara kamu sebagai pasien dan dokter yang mengobatimu, maka nanti akan terjadi yang namanya interaksi. Dalam kehidupan kita sehari hari tidak akan lepas dari yang namanya interaksi. Lalu apakah interaksi itu ? apa syarat terjadinya, bagaimana pola terjadinya, dan apa ciri ciri interaksi sosial itu ?

Interaksi sosial adalah merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai, pada saat itu mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara, atau mungkin saling berkelahi. Aktivitas semacam ini merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial, walaupun orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara maka interaksi sosial telah terjadi. Oleh karena masing-masing individu sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan dalam perasaan oarang-orang yang bersangkutan.


Ciri-ciri Interaksi Sosial

Secara umum, terdapat 5 ciri-ciri interaksi sosial. Berikut merupakan 5 ciri interaksi sosial

-        Jumlah pelaku lebih dari 1 orang

-        Terdapat komunikasi antar pelaku

-        Ada dimensi waktu

-        Ada maksud dan tujuan interaksi

-        Terdapat reaksi yang ditimbulkan

Syarat-syarat Interaksi Sosial

Suatu interaksi sosial tidak akan terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu sebagai berikut:


1.             Adanya kontak sosial

Kontak sosial merupakan hubungan antara satu orang atau lebih melalui percakapan yang keduanya saling mengerti maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat (Syani, 2002). Sebagai gejala sosial, orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa adanya kontak langsung, misalnya berkomunikasi melalui telepon, surat, video call, maupun media komunikasi lainnya.

Dalam kontak sosial dapat terjalin suatu hubungan, baik yang bersifat positif maupun negatif. Hubungan yang bersifat positif dapat terjalin,karena adanya rasa saling pengertian atau menguntungkan masing-masing pihak. Sedangkan, hubungan yang bersifat negatif dapat mengakibatkan suatu pertentangan atau perselisihan.

Jenis-jenis Kontak Sosial berdasarkan sifatnya, yaitu

-                 Kontak Sosial Primer

Kontak sosial primer, adalah kontak yang terjadi dengan berhubungan langsung yaitu bertemu dan berhadapan muka, seperti berbicara, berjabat tangan, tersenyum, dan lain sebagainya.

-                 Kontak sosial sekunder

Kontak Sosial Sekunder, adalah kontak yang dilakukan melalui perantara atau penghubung. Kontuk sosial sekunder dibagi lagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

a.              Kontak sosial sekunder langsung, yakni kontak yang dilakukan masing-masing pihak melalui alat tertentu, misalnya telepon, radio, televisi, dan sebagainya,

b.             Kontak sosial sekunder tidak langsung, yakni kontak yang dilakukan dengan bantuan pihak lain atau orang ketiga. Misalnya, ayah menitip pesan kepada ibu agar sopir langsung menjemputnya ke bandara.

2.             Adanya Komunikasi

Komunikasi merupakan suatu proses saling memberikan tafsiran kepada pihak lain. Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan, gerak fisik, dan perasaan. Interaksi tidak akan terjadi hanya dengan kontak tetapi harus ada komunikasi.

Komunikasi terjadi jika seseorang memberikan tanggapan terhadap perilaku orang lain dengan menyampaikan suatu perasaan. Orang yang bersangkutan lalu menerima dan memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Komunikasi tidak selalu menghasilkan bentuk kerja sama bahkan bisa terjadi pertentangan atau perkelahian karena salah paham. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya. Komunikasi dapat dilakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat dimengerti kedua pihak (komunikasi verbal).Komunikasi juga dapat dilakukna dengan gerak-gerik badan atau kode tertentu (komunikasi non verbal). Contohnya :tersenyum, mengggelengkan kepala, mengangkat bahu, atau membunyikan kentongan. Agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik, sedikitnya dibutuhkan komponen sebagai berikut :

1.         Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain;

2.      Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain;

3.      Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain;

4.      Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerima pesan atau isi pesan yang disampaikan;

5.      Media adalah alat untuk menyampaikan pesan yang dapat berupa tulisan, lisan, gambar, atau film.

Dalam proses komunikasi, pesan harus disampaikan lewat bahasa atau simbol yang dimengerti oleh kedua pihak. Komunikasi baru berjalan efektif bila pesan yang disampaikan pihak pengirim ditafsirkan sama oleh pihak penerima. Jik tidak sama, dapat terjadi salah paham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identitas Sosial: Pengertian dan Proses Pembentukannya

Apa itu Interaksi Sosial? Bagaimana sih penerapannya dalam masyarakat??