SOSIOPEDIA (Materi Sosiologi SMA)
Pernahkah kamu sakit ? apa yang akan kamu lakukan jika kamu
sakit ? hal pertama yang akan kamu
lakukan tentunya pergi berobat ke dokter. Ini menunjukan bahwa ketika kamu sakit kamu membutuhkan orang lain.
Begitu juga hakikat manusia yang sebenarnya,
manusia adalah makhluk
sosial yang tidak bisa hidup sendiri sendiri,
manusia membutuhkan orang lain untuk
memenuhi kebutuhannya. Ada hubungan timbal
balik antara kamu sebagai pasien dan dokter yang mengobatimu, maka
nanti akan terjadi yang namanya
interaksi. Dalam kehidupan kita sehari hari tidak akan lepas dari yang namanya
interaksi. Lalu apakah
interaksi itu ? apa syarat terjadinya, bagaimana pola terjadinya, dan
apa ciri ciri interaksi sosial itu ?
Interaksi sosial adalah merupakan hubungan sosial yang
dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia
maupun antara orang perorangan dengan
kelompok manusia. Apabila
dua orang bertemu,
interaksi sosial dimulai,
pada saat itu mereka saling
menegur, berjabat tangan,
saling berbicara, atau mungkin saling
berkelahi. Aktivitas semacam
ini merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial, walaupun
orang-orang yang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara maka
interaksi sosial telah terjadi. Oleh karena masing-masing individu sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan dalam perasaan oarang-orang yang bersangkutan.
Ciri-ciri Interaksi Sosial
Secara umum, terdapat 5 ciri-ciri interaksi
sosial. Berikut merupakan 5 ciri interaksi sosial
-
Jumlah pelaku
lebih dari 1 orang
-
Terdapat komunikasi antar pelaku
-
Ada dimensi waktu
-
Ada maksud dan tujuan
interaksi
-
Terdapat reaksi yang ditimbulkan
Syarat-syarat Interaksi Sosial
Suatu interaksi sosial tidak akan terjadi apabila tidak
memenuhi dua syarat, yaitu sebagai berikut:
1.
Adanya kontak sosial
Kontak sosial merupakan
hubungan antara satu orang atau lebih melalui
percakapan yang keduanya saling mengerti maksud dan tujuan masing-masing
dalam kehidupan masyarakat (Syani,
2002). Sebagai gejala sosial, orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa adanya kontak langsung,
misalnya berkomunikasi melalui telepon,
surat, video call, maupun media komunikasi lainnya.
Dalam kontak sosial dapat terjalin suatu hubungan, baik
yang bersifat positif maupun negatif.
Hubungan yang bersifat positif dapat terjalin,karena adanya rasa saling pengertian atau menguntungkan
masing-masing pihak. Sedangkan, hubungan yang bersifat
negatif dapat mengakibatkan suatu pertentangan atau perselisihan.
Jenis-jenis Kontak
Sosial berdasarkan sifatnya, yaitu
-
Kontak Sosial
Primer
Kontak
sosial primer, adalah kontak yang terjadi dengan berhubungan langsung yaitu bertemu dan berhadapan
muka, seperti berbicara, berjabat tangan, tersenyum, dan lain sebagainya.
-
Kontak sosial
sekunder
Kontak
Sosial Sekunder, adalah kontak yang dilakukan melalui perantara atau penghubung. Kontuk sosial sekunder
dibagi lagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a.
Kontak sosial sekunder langsung,
yakni kontak yang dilakukan masing-masing pihak melalui alat
tertentu, misalnya telepon, radio, televisi, dan sebagainya,
b.
Kontak sosial sekunder tidak langsung,
yakni kontak yang dilakukan dengan bantuan pihak lain atau orang ketiga.
Misalnya, ayah menitip
pesan kepada ibu agar sopir
langsung menjemputnya ke bandara.
2.
Adanya Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses saling memberikan
tafsiran kepada pihak lain.
Komunikasi dapat diwujudkan dengan pembicaraan, gerak fisik, dan perasaan. Interaksi
tidak akan terjadi
hanya dengan kontak tetapi
harus ada komunikasi.
Komunikasi terjadi jika seseorang memberikan tanggapan terhadap perilaku orang lain dengan menyampaikan suatu perasaan. Orang yang bersangkutan lalu menerima dan memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Komunikasi tidak selalu menghasilkan bentuk kerja sama bahkan bisa terjadi pertentangan atau perkelahian karena salah paham. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya. Komunikasi dapat dilakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat dimengerti kedua pihak (komunikasi verbal).Komunikasi juga dapat dilakukna dengan gerak-gerik badan atau kode tertentu (komunikasi non verbal). Contohnya :tersenyum, mengggelengkan kepala, mengangkat bahu, atau membunyikan kentongan. Agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik, sedikitnya dibutuhkan komponen sebagai berikut :
1.
Pengirim atau komunikator (sender)
adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada
pihak lain;
2. Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima
pesan dari pihak lain;
3. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak
kepada pihak lain;
4. Umpan balik (feedback)
adalah tanggapan dari penerima pesan atau isi pesan yang disampaikan;
5. Media adalah alat untuk menyampaikan pesan yang dapat berupa tulisan,
lisan, gambar, atau film.
Dalam
proses komunikasi, pesan harus disampaikan lewat bahasa atau simbol yang dimengerti oleh kedua pihak. Komunikasi baru berjalan efektif
bila pesan yang disampaikan
pihak pengirim ditafsirkan sama oleh pihak penerima. Jik tidak sama, dapat terjadi
salah paham.
Komentar
Posting Komentar