Identitas Sosial: Pengertian dan Proses Pembentukannya

Pengertian Dan Proses Pembentukan Identitas

          Meskipun memiliki nama yang sama, kamu dan orang lain memiliki ciri berbeda. Perbedaan ciri tersebut menunjukkan adanya identitas. Menurut Kamus Sosiologi Antropologi, identitas merupakan sifat khas yang menerangkan dan sesuai kesadaran diri, golongan sendiri, kelompok sendiri, komunitas sendiri, dan identitas sendiri (Junaedi, 2018: 181). Adapun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa identitas merupakan ciri-ciri, keadaan khusus seseorang, atau jati diri. Dapat disimpulkan bahwa identitas merupakan ciri khusus yang melekat pada seseorang dan membedakannya dengan orang lain.

1.    Proses Pembentukan Identitas Diri

            Individu membutuhkan identitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Individu memiliki identitas sebagai ciri khas yang melekat pada dirinya. Identitas tersebut terdiri atas identitas personal dan identitas sosial. Identitas personal merupakan identitas yang melekat pada tiap-tiap individu. Adapun identitas sosial merupakan identitas yang melekat pada individu akibat interaksi dan hubungan dengan individu lain.

          Pada umumnya identitas personal didasarkan pada ciri yang bersifat alamiah dari aspek jasmani, rohani, dan pembawaan gen (genotipe). Sebagai contoh, ciri fisik (jenis kelamin, warna kulit, tinggi badan, dan lainnya), persepsi pribadi (pendapat, pandangan, dan lainnya), atau tujuan-tujuan personal (cita-cita). Identitas personal membedakan antarindividu “saya” dan “kamu”.

    Adapun identitas sosial memungkinkan individu memiliki ciri-ciri sosiologis tertentu. Identitas ini terbentuk melalui proses sosialisasi dan praktik-praktik sosial dalam kehidupan masyarakat. Identitas sosial muncul sebagai konsekuensi individu menjadi bagian dari kelompok sosial. Identitas ini memungkinkan individu memiliki status dan peran dalam kelompok sosial, misalnya sebagai anak, siswa, atau anggota pramuka. Identitas sosial membedakan antarkelompok “kita” dan “mereka”.


Identitas Sosial

Identitas diperoleh karena berhubungan dengan individu lain (individu bagian dari kelompok). Identitas sosial membedakan antarkelompok

Identitas Personal

Identitas muncul dari aspek jasmani, rohani, dan pembawaan gen. Identitas personal membedakan antarindividu

2Faktor Pembentukan Identitas Diri

          Identitas individu, baik personal maupun sosial terbentuk atas berbagai faktor yang saling berkaitan. Adapun faktor tersebut sebagai berikut.

a.    Faktor Sosialisasi

1)      Proses mempelajari nilai dan norma sosial dalam masyarakat.

2)      Sosialisasi mempengaruhi proses pembentukan kepribadian.

b.    Faktor Kebudayaan

Budaya dapat diamati melalui adat/kebiasaan masyarakat, mata pencarian, hasil kesenian, dan bahasa masyarakat.

c.    Faktor Geografis

Iklim, tipografi, dan sumber daya alam menyebabkan setiap anggota masyarakat melakukan penyeseuian diri dan membentuk ciri khas yang menjadi identitas sosial.

d.   Faktor Pengaruh dari Kelompok

Setiap kelompok mewariskan pengalaman khas kepada anggotanya. Pengalaman anggota kelompok juga diperoleh melalui interaksi dengan kelompok lain.

e.    Faktor Genetis/Biologis

Terdiri atas ciri fisik, ciri psikis, dan ciri khusus. Ciri fisik dapat dilihat dan diraba indra. Ciri psikis terbentuk melalui sosialisasi. Adapun ciri khusus tidak termasuk dari kedua ciri tersebut, misalnya cacat fisik.

f.     Faktor pengalaman

Pengalaman satu orang tidak dapat disamakan dengan pengalaman orang lain. Pengalaman dapat menjadi media pengembangan kepribadian.

Sumber Belajar:

1.    Fera Atmawati. 2022. PR IPS Sosiologi untuk SMA/MA Kelas 10B. Yogyakarta: PT Penerbit Intan Pariwara.

2.    Sari Oktafiana, dkk. 2021. Buku Siswa IPS SMA Kelas X. Jakarta: Kemdikbudristek.

3.    Internet

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOSIOPEDIA (Materi Sosiologi SMA)

Apa itu Interaksi Sosial? Bagaimana sih penerapannya dalam masyarakat??